Warga RT 08 RW 18 Padukuhan Plaosan Tlogoadi melaksanakan kegiatan bakti sosial penyemprotan masal dengan Eco Enzym menyongsong Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke 77 dan sekaligus peringatan 5 tahun berdirinya bergodo “ Mas Karebet “. Kegiatan itu dilaksanakan hari ini minggu tanggal 14 Agustus 2022 dirumah Bp Seneng jam 09.00 wib
Hadir dalam kesempatan itu Muhamad Sidin dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Panewu Mlati Drs Arifin, Lurah Tlogoadi Sutarja didampingi Ibu Penggerak PKK Drs. Supriyanti dan pejabat dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman serta tokoh masyarakat Padukuhan Plaosan Lembaga padukuhan.
Lurah Tlogoadi mengapresiasi acara tersebut yang mengambil tema BAKTI BANTOLO LESTARI yang artinya mempersembahkan diri kepada bumi apa yang bisa dilakukan supaya bumi tetap lestari. Lebih lanjut Lurah Tlogoadi menyampaikan bahwa kegiatan penyemprotan massal dengan Eco Enzym ini merupakan contoh kecil kepedulian warga terhadap kelestarian bumi ini. Karena bahan yang disemprotkan ini adalah bahan yang tidak mengandung kimia. Penyemprotan ini juga akan berdampak bagus kesehatan salah satunya kesehetan lingkungan kesehatan manusia dan kesehatan hewan terutama menghadapi penyakit PMK. Tidak lupa Lurah Tlogoadi menyerahkan dana stimulan untuk kegiatan tersebut sebesar 1 juta rupiah.
Sementara itu Marsidi salah satu warga RT 08 Plaosan yang menjadi salah satu penggagas pembuatan Eco Enzym ini menyampaikan bahwa penyemprotan ini akan membawa kebaikan kepada alam, ketika kita bersahabat dengan alam maka alam juga akan bersahabat dengan kita. Lebih lanjut Marsidi menerangkan bahwa penbuatan Eco Enzym dari gula , kulit kulit buah dan air kemudian difermentasikan selama 30 hari. Masa panen fermentasi ini kurang lebih selama 90 hari. Manfaat dari Eco Enzym ini sangat banyak pembersih lantai pestisida dan pupuk untuk tanaman sayur dan juga padi dan jika disemprotkan ke udara akan mengurangi polutan yang ada di udara.
Bapak Gunadi yang juga selaku tokoh masyarakat di Plaosan juga sudah memberikan testimoni manfaat Eco Enzym ini. Salah satunya di aplikasikan ke dalam pertanian padi. Dulu sebelum dengan menggunakan metode ini sawah dengan keluasan 1200 m menghasilkan 7 sampai 8 kwintal gabah. Namun setelah menggunakan Eco Enzym ini dengan cara disemprotkan dengan rutin maka hasilnya menjadi 1 ton gabah dengan pupuk kimia yang semakin berkurang.
Sementara itu Muhamad Sidin dari Dinas Lingkungan Hidup juga mengapresiasi kegiatan warga Plaosan ini. Muhamad Sidin bahkan menggambarkan bahwa ditahu 1960 sampai 1970 sampah kita itu belum ada permasalahan. Namun ketika lahan semakin sempit dan semakin banyaknya plastik maka semakin menambah masalah. Selain mengurangi pencemaran dan pengembangan udara bersih ini, Eco Enzym juga bisa bernilai ekonomi kalau masyarakatnya mau menyumbangkan sampai yang bisa di olah untuk pembuatan Ec Enzym ini. Dalam sambutan penutup Muhamad Sidin berharap setiap perayaan seperti ini bisa disisipkan isu isu yang berkaitan dengan lingkungan sehingga masyarakat akan teredukasi dengan kegiatan ini.
Panewu mlati juga menyampaikan ucapan terima kasih dan merasa bangga terhadap HUT Bergodo Mas Karebet ini yang diisi dengan bakti sosial dengan penyemprotan ecp enzym keseluruh wilayah Padukuhan Plaosan. Permasalahan sampah salah satunya adalah tidak adanya kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Sleman ada penyumbang terbesar di TPA Piyungan yaitu sekitar 700 ton setiap hari. Dengan tema Bakti Bantolo Lestari ini adalah sejalan dengan cita cita dari Pemerintah Provinsi DIY yaitu melestarikan kehidupan dan bumi atau yang lebih dikenal Memayu Hayuning Bawana. Dalam sambutan penutup Panewu Mlati meminta kepada masyarakat untuk memulai hal kecil dari person ke person dalam rumah tangga. Panewu juga memotivasi dengan kata berbahasa jawa “ Ora ono jongko kang jinongko tanpo jinangkah “ yang artinya tidak ada cita cita yang terwujud tanpa perjuangan.